Menggapai Rezeki

“Kenapa Anda pindah kerja?”
“Kan di sana gaji kamu sudah bagus?” 
“Saya ingin penghasilan rezeki yang lebih baik Pak”. 
“Oh iya....?” “Sebentar, sebentar... yang ngasih penghasilan Anda siapa ya Mas?” 
“Ya bagian HRD perusahaan saya Pak”. 
”Sebentar, sebentar... yang ngasih Rezeki Anda siapa Mas?”
“Oh...iya…., ya Allah pak”.

“Jadi sesungguhnya yang menentukan besar kecilnya Rezeki kita semua itu Allah Tuhan kita semua dan perusahaan dimana kita bekerja hanyalah perantara saja”. 



Jadi sesungguhnya Rezeki kita semua, sudah diatur olehNya. Perantaranya bisa dari mana saja. Tidak tergantung dengan profesi, jabatan, tempat bekerja, kota atau negara tertentu, suku, etnis, warna kulit dan lain-lain. 

Bahkan jabatan Ibu Rumah Tangga pun berhak mendapatkan rezeki baik walaupun tanpa (harus) memiliki slip gaji. Bahkan sering terjadi seorang IRT malah _memegang uang_ jauh lebih banyak daripada suaminya. Mau menjadi kutu loncat ribuan kali, Rezeki kita akan tetap sama, hanya nominalnya yang berbeda. 

Kecuali di barengi dengan kesungguhan berupaya yang lebih baik, atau mencari kesesuaian etos kerja atau semangat kerja yang lebih baik. Tetapi kalau sekedar berniat untuk sekedar mencari besaran nominal bulanan yang lebih besar, tak akan mampu merubah nasib. 

Allah tak akan melihat semua rupa-rupa kita, tetapi Allah melihat dari kesungguhan dalam berupaya setiap hambanya bukan karena dimana kita bekerja, atau jabatan tertentu yang hanya menimbulkan pribadi￾pribadi yang "sawang-sinawang" saja. 

Mungkin secara kasat mata nominal rupiahnya berbeda, tetapi ingat, "Keuntungan yang besar atau gaji yang besar belum tentu berkah, tetapi kalau berkah sudah pasti untung". 

Jadi perlu kita pastikan bahwa di dalam menjalani kehidupan ini, carilah berkah yang besar bukan sekedar nominal yang besar. Perlu di ketahui bahwa, nominal yang besar belum tentu memiliki berkah yang besar. Dan nominal yang kecil bisa jadi memiliki keberkahan yang besar, semua tergantung pribadi-pribadi pelaku orangnya sendiri. Atau yang sering kita dengar keseharian, semua tergantung dengan amal ibadahnya masing-masing. Kita semua perlu memberikan edukasi ke sebanyak-banyaknya orang agar lebih mengerti siapa TuhanNya. 

Bukan bekerja hanya untuk sekedar menggugurkan kewajiban ibadah saja. Negeri ini masih banyak sekali membutuhkan (lowongan kerja) pribadi-pribadi yang tulus ikhlas dalam bekerja (berupaya), bukan karena ikhlas sekedar menggugurkan kuwajiban ibadah (karena sekedar termotivasi uang), untuk kebaikan ummat itu sendiri dan untuk menuai negeri yang makmur dan sejahtera. aamiin.

0 Response to "Menggapai Rezeki"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel