Faktor Pendukung Ber Wirausaha Supaya Lancar

Tips Berwirausaha Agar Pintu Rezeki Senantiasa Terbuka


Hukum pasokan mengatakan,
"Pasokan setara dengan kebutuhan"
Sederhananya begini,
Di saat kita membuka 1 kran air, maka pasokan air setara dengan 1
kran air itu. 


Apabila ada 10 kran air (misal kran air 1/2" nan) yang kita buka, kran
air yang terbuka dari pasokan adalah peralon kran 5" terbuka lebar. 




Seperti halnya jala-jala listrik di sekitar kita yang menjalar ke seluruh
negeri. Seandainya kita memasang lampu 5 Watt, maka PLN akan
mensupply listrik *maximal* ya 5 Watt energi dan tidak lebih, kalau
lebih bisa terbakar lampu itu, walaupun *sesungguhnya* pasokan
energi listrik negara itu Ribuan Mega Watt...!
Segala sesuatu tercipta dari energi. 


Pemikiran, ilmu atau
pengetahuan, uang, batu, kebahagian, keharmonisan rumah tangga
dan semua benda apapun terbuat dari energi.
Energi tidak bisa di ciptakan dan tidak bisa di musnahkan. 


Setiap ummat manusia di bekali (dimodali) energi lebih dari cukup.
Bahkan pasokan energi jauh lebih besar dari yang kita sangka,
semesta selalu siap memberikan pasokan energi tak terbatas. Energi bisa berubah bentuk, di anjurkan (di perintahkan) untuk di
transfer atau di bagi (berbagi), tetapi kita di larang keras untuk
mengambil energi hak orang lain bahasa halusnya mencuri hak orang
lain. 


Rumus bisnis (bertukar manfaat) yang paten adalah,
"Kita akan beruntung di saat kita bisa menguntungkan orang lain".
(Mario Teguh) 


"Kita akan memanen dari apapun yang kita tanam (kita berikan)" 
(konsep, tebar tuai atau tandur-tandur). 


Jadi ketika kita mengeluarkan energi ke sekitar hidup kita, semesta
akan memasok energi yang setara dengan yang kita keluarkan. 


Semesta adalah pemasok energi tak terbatas.
Tak sepantasnya di saat kita berbagi kepada pengemis dan berharap
kebaikan itu kembali melalui pengemis itu. 


Begitupun dalam berbagi (energi positip) kebaikan, kita tak
seharusnya semua selalu harus di ukur dengan (energi yang
berbentuk) uang dengan orang yang bersangkutan. 


Kebaikan apapun yang kita tebar, akan kembali ke kita setepat
bumerang kembali atau setepat kita bercermin atau setepat apapun
benih yang kita tanam. 


Jadi semestinya tidak perlu kita kwawatirkan lagi, energi yang kita
lepas akan lenyap. Energi akan selalu tetap abadi, energi itu hanya
akan berubah bentuknya saja. Dan energi itu pasti akan kembali ke
kita lagi setepat gema. 

Semesta memiliki milyaran cara untuk
mengembalikan energi yang kita lepas (bagikan) kembali ke kita
kembali dan berlipat ganda. Dan kita sudah belajar bahwa segala sesuatu terbuat dari energi,
entah harta benda dalam bentuk apapun itu, termasuk uang. 


Jadi berbagi (sedekah) tidak membuat kita jatuh miskin itu benar
adanya. Bahasa Fisiknya adalah, energi yang kita keluarkan (bagikan),
tidak akan lenyap, atau kita menjadi kekurangan energi.

Karena apapun yang kita bagikan atau kita berikan ke orang lain, 
sesungguhnya ada pengganti energi yang lain (ter-konversi dalam
bentuk lain), bisa dalam wujud yang sama atau dalam bentuk energi
yang lain.

 Pasrahkan saja kepada Tuhan yang Maha Tahu akan semua
kebutuhan-kebutuhan terpenting dari kehidupan kita. 


Jadi benar adanya juga kalau banyak anak (buah), banyak rezeki.
Karena di saat kita membukakan pintu-pintu rezeki orang lain, itu
menjadikan pembuka pintu Rahmad bagi diri sendiri. Semakin banyak
anak buah, semakin besarlah rezeki yang akan mengalir. 


Semesta sangat subur sekali untuk bercocok tanam. Entah energi
kebaikan atau energi keburukan akan tetep tumbuh subur di semesta
ini. 

Di saat kita menanam padi rumput pun ikut bersemi, apalagi kita
menyengaja menanam rumput. 

Mari kita naik kan level iman kita untuk selalu berbagi. Ini adalah cara
yang logis untuk mengkonversikan energi di dalam diri kita dengan
energi yang kita butuhkan. 

Tuhan Maha Tahu segala sesuatu apapun
yang terpenting yang kita butuhkan.
"Semesta adalah pasokan energi tak terbatas"
Dialah sang Maha Milyarder dan Maha Sakti Mandraguna di semesta
ini.

0 Response to "Faktor Pendukung Ber Wirausaha Supaya Lancar"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel